Faktor Kegagalan dan Cara Sukses Membangun Blog: Otodidak vs Belajar pada Mastah

Tak bisa dipungkiri, bahwa penguasaan konsep yang baik dan ketekunan dalam menjalankan methode yang ada menjadi faktor utama yang akan membuat kita sukses dalam banyak hal. Tak terkecuali mencapai sukses dalam dunia blogging.

Tulisan singkat ini akan menyoroti mengapa kita bisa gagal dalam membangun sebuah blog. Darimana menemukan konsep yang benar,  memperoleh ilmu untuk mengaplikasikan konsep yang ada, belajar otodidak atau berguru pada seseorang. Membeli produk-produk atau mencarinya lewat google?

 Beberapa hari yang lalu, saya sempat membagi tulisan dalam blog ini yang berjudul Mastah Abal-Abal: Setelah Baca Tulisan Ini, masih mau beli Produknya Sang Mastah? kedalam grup Facebook Adsense Indonesia yang dikelola oleh Mas Dian Umbara Banyak respon yang saya dapat, baik berupa apresiasi mapun hujatan dan bully-an, tapi its okay lah 

Tulisan ini saya maksudkan untuk meneruskan apa yang ada dalam pikiran saya, karena saya yakin tak mungkin menuliskan apa-apa yang ada dalam pikiran hanya dalam satu tulisan saja.

Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Membangun Blog

Faktor yang menjadi penyebab utama kegagalan kita dalam membuat blog adalah karena kita tidak memiliki basic konsep blogging yang terstruktur.




Russel Brunsons, dalam DotCom Secret nya menjelaskan formula rahasia yang ia pergunakan untuk menggapai sukses dalam bisnis onlinenya.

Konsep ini pun sesungguhnya jika diaplikasikan dengan tehnik yang uptodate, akan membuat blog yang kita bangun akan mencapai kesuksesan. 

Secara sederhana, konsep the secret formula terdiri dari Who, Where, Bait dan Where.


(Who ) Target Audience Untuk siapakah blog yang akan kita bangun? Lelaki atau perempuan, remaja atau dewasa, pemula atau expert dst.Dengan memahami karakter audience blog yang akan kita bangun, kita bisa mengerti apa yang mereka sukai, apa yang mereka tidak sukai. Warna, gaya bahasa, intonasi tulisan dan sebagainya.

( Where ) Dimana Mereka Berada
Setelah mengetahui target audience, selanjutnya menemukan mereka ada dimana. Mereka berkumpul diforum apa, di media sosial apa mereka biasa berkumpul?
Saat melakukan pencarian melalui search engine, kalimat atau keyword apa yang mereka tuliskan.

( Bait ) Umpan
Setelah tau keberadaan mereka, selanjutnya adalah bagaimana menarik perhatian mereka. Bagaimana caranya agar kita bisa mengajak mereka beranjak dari tempat ngumpulnya mereka menuju tempat yang kita inginkan
Kalimat, image, video atau apa yang bisa menarik perhatian mereka?

( Where ) Kemana Mereka Akan Kita Bawa
Setelah kita berhasil menarik perhatian mereka, kemana mereka akan kita bawa?
Kehalaman sales page, halaman opt-in, artikel terbaru atau ke fanpage kita?
Secara sederhana, itulah 'the secret formula' yang dapat dijadikan sebagai konsep dasar dalam mengatasi kegagalan dalam membuat blog.
Masalah selanjutnya adalah, bagaimana kita bisa mengaplikasikan konsep tersebut? Bagaimana langkah-langkahnya?

Memahami konsep tanpa tau tehnik pengaplikasianya tentu saja tak kan banyak membantu kita mencapai kesuksesan.


Cara sukses Membangun Blog : Otodidak vs Kursus

Banyak yang salah menafsirkan tulisan saya sebelumnya, seolah-olah haram hukumnya membeli ebook atau tools dari para mastah.

Untuk menjadi pintar, banyak jalan yang bisa kita tempuh. Belajar secara otodidak maupun belajar secara langsung dari ahlinya.Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Belajar secara otodidak 

Kalo kita type pekerja keras, disiplin dan lebih suka menikmati proses, maka belajar secara otodidak bisa jadi pilihan.

Tak sedikit tokoh yang menghasilkan karya besar tapi mereka belajar secara otodidak. Thomas Alfa Edison kecil adalah siswa yang selalu dapat nilai buruk di kelasnya, akhirnya ia di 'sekolahkan' oleh Ibunya dirumah, hingga  Edison kecil dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri.

Beberapa tahun kemudian banyak penemuan-penemuan penting  yang berhasil diciptakan olehnya
Beberapa blogger sukses yang saya kenal juga ternyata belajar secara otodidak.


Belajar secara otodidak akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit, membutuhkan kedisiplinan tingkat tinggi karena kita lah yang selalu memutuskan, action atau menunggu.

Belajar kepada ahlinya 

Memilih untuk belajar langsung pada ahlinya melalui kursus, seminar atau membeli produk dari para senior juga bisa jadi pilihan yang sangat baik.

Jika bisa menemukan mentor yang benar-benar berkualitas maka selamatlah perjalanan karir blogging kita, karena kita akan mendapatkan arahan yang jelas.

Waktu dan energi kita tidak akan terbuang terlalu banyak, karena kita sudah tau langkah-langkah mana yang paling efektif untuk diambil.

Tapi tentu saja kita harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan hal tersebut. Bertemu dengan mastah abal-abal penghisap darah newbie? its okay.. semua itu bisa dijadikan pelajaran untuk kita.

Membeli atau mencari lewat google 

Sejujurnya siapapun yang menjual produk, mereka sudah mengeluarkan tenaga dan biaya dalam proses pembuatan produknya.

Jika kita ada dalam posisi sebagai product creator, lalu menyadari bahwa produk yang dibuatnya dengan susah payah ternyata dibagikan gratis keseluruh dunia, entahlah.....
Google dengan kecanggihanya mampu mengindeks jutaan halaman blog yang berisi informasi dan solusi yang kita buktikan, manfaatkan dengan bijak.

Hargai karya cipta orang lain, terlebih jika itu karya anak bangsa, yang harus kita support. Keluarkan uang yang kita miliki untuk jerih payah mereka mengumpulkan dan menuliskan ilmunya dalam berbagai produk jika kita menginginkanya.

Atau keluarkan sedikit tenagamu untuk mencari dan mencari, karena apapun itu yang dijual bukanlah sesuatu yang baru. Sudah ada yang memulai terlebih dahulu.
Use your imagination..!

Kesimpulan

Strategi terbaik yang bisa diterapkan untuk membangun kesuksesan blog kita, kembali lagi kepada bagaimana kekuatan finansial yang kita punya, seberapa banyak pengetahuan yang sudah kita miliki.

Jika finansial kita sudah kuat, maka membeli tools, mengikuti seminar, membeli ebook dan hal lain untuk meningkatkan produktifitas kita adalah wajib hukumnya.
Jika finasial kita masih lemah, tak perlu khawatir karena masih banyak tools yang bersifat gratis yang bisa dimanfaatkan.

Jangan mengeluh, manfaatkan yang ada, dan segera action! 



sumber : Try Agung

omheker berita seputar technologi, tutorial, hacking, dan open source

Disqus Comments