Kelemahan WIndows 10 - Om Heker

Saturday, September 14, 2019

Kelemahan WIndows 10

Baca Juga


Halo sobat om Heker... kali ini saya akan mejelaskan sedikit tentang Apa apa saja Kelemahan Windows 10, yuk kita simak penjelasan berikut.
Selain Kelebihan windows 10 ada juga Satu kelemahan yang paling mendasar adalah Windows 10 bukanlah produk yang sudah selesai seperti versi-versi Windows sebelumnya. Windows 10 saat ini seperti masih berada dalam tahap transisi dan versi beta. Memang rencana Microsoft yang menjadikan Windows sebagai sebuah layanan (bukan produk), berarti membuatnya sebagai sebuah produk yang tidak akan memiliki versi final. Namun, banyak sekali hal dalam Windows 10 yang membuatnya terkesan seperti produk yang terlalu cepat dirilis, terburu-buru, dan produk setengah jadi, bahkan setelah beberapa tahun sudah lewat dari rilis perdananya.
Control Panel
Di Windows 10 kita bahkan mempunyai dua pusat pengaturan yang masing-masing saling tumpang tindih karena proses transisi dari sistem lama ke sistem baru belum selesai. By the way, ini adalah tangkapan layar Windows 10 versi 1903, sudah beberapa tahun lewat setelah rilis pertama dan masih terdapat inkonsistensi di bagian fundamental seperti ini. Seharusnya versi lama dari kontrol panel dimatikan saja atau setidaknya sangat disembunyikan agar tidak membuat bingung pengguna.

Banyak sistem dalam satu sistem


Dalam Windows 10 bahkan terdapat dua ekosistem yang berbeda, yang satu biasa disebut classic apps atau Win32 apps, yang satu lagi adalah modern apps atau Universal Apps. Classic Apps adalah ekosistem aplikasi Windows yang sudah digunakan dalam waktu lama sementara Universal Apps adalah versi terbaru untuk mewujudkan visi Microsoft untuk satu aplikasi yang dapat berjalan di banyak sistem seperti Xbox dan HoloLens. 
Yang menjadi masalah adalah keduanya tidak berjalan dengan pengalaman yang sama sehingga pengguna akan kebingungan dan merasa Windows tidak seperti satu produk yang utuh. Lihat pada tangkapan layar di atas, dari basis UI yang digunakan saja sudah sangat terlihat perbedaan di antara keduanya dan Microsoft seakan tidak mau mengeluarkan tenaga untuk memperbarui dan menyatukan sistem mereka (File Explorer dalam hal ini adalah aplikasi yang masih merupakan Win32 apps).
Lebih rumit lagi, selain UI, perlakuan sistem Windows terhadap dua ekosistem tersebut bahkan sangatlah berbeda. Aplikasi yang dibangun di atas sistem Win32 adalah sebagaimana yang biasa kita jumpai. Berkas target instalasi dapat diakses melalui File Explorer. Jika memungkinkan, pengguna bahkan dapat menambah plug-in dengan menyalin berkas ke lokasi instalasi. Untuk Universal Apps, hal tersebut tidak berlaku. Berkas instalasi terkunci dan tidak dapat diakses pengguna. Bahkan cara menghapus program dari kedua sistem tersebut saja sudah berbeda.
Yang membuat masalah lebih besar lagi adalah, banyak pengembang perangkat lunak akhirnya membuat dua versi program. Yang satu adalah Win32 apps biasa, yang pengguna dapat unduh berkas instalasinya dan kemudian melakukan instalasi dengan dapat memilih target lokasi dan sebagainya, dan yang satu adalah Win32 apps yang dikemas seolah-olah itu adalah universal apps dan terdapat di Windows Store.
Sebagai contoh, aplikasi dalam kedua tangkapan layar ini adalah aplikasi yang sama namun dengan perlakuan yang berbeda. Jika membeli perangkat lunak ini dari Affinity Store, kita akan mendapat classic apps dengan berkas instalasi sebagaimana aplikasi Windows seperti biasanya. Namun jika kita membeli dari Windows Store, kita akan mendapat versi seperti "universal apps", yang terisolir dan tidak dapat ditambah plug-in. Merepotkan bukan?

Visual yang tidak menyatu

Saya rasa cuplikan layar task bar Windows 10 di atas sudah dengan mudah menggambarkan betapa bingungnya Microsoft mengenai seperti apa seharusnya Windows tampil dan terlihat di mata pengguna. Dari wujud icon saja sudah terlihat tidak adanya aturan yang menyeragamkan bentuk visual (semua icon di atas adalah icon sistem dan aplikasi bawaan Windows). Microsoft memang tidak memiliki track record yang cukup baik dalam merilis program dengan antarmuka yang menawan (bandingkan dengan Apple), namun ini adalah hal yang seharusnya tidak terjadi.
Bandingkan hal-hal di atas dengan Windows versi 7, XP, atau bahkan Vista. Semuanya tampil jauh lebih komplit, kokoh, dan terasa sebagai satu produk yang memang sudah selesai dibuat. Tidak setengah-setengah seperti Windows 10 yang sekarang sudah berusia kurang lebih 5 tahun.
Comments

1 komentar

we will never use a completed windows. completed windows will remain as old windows.


EmoticonEmoticon