Alasan Mengapa Kamera CCTV kwalitasnya Jelek - Om Heker

Sunday, September 22, 2019

Alasan Mengapa Kamera CCTV kwalitasnya Jelek

Baca Juga


Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan asumsi "kamera keamanan" yang dimaksud disini adalah CCTV standar seperti IP Camera. Alasan Mengapa Kamera CCTV kwalitasnya Jelek?

Jawaban singkatnya: Karena banyak data habis terbuang untuk detail yang terlalu banyak. Dan penyimpanan data rekaman juga akan sulit dan transfer data dari kamera ke monitor, lalu disimpan ke HDD (atau semacamnya) juga tidak mungkin dengan teknologi sekarang.

Baiklah, kalau mau jawaban yang lebih mendalam ada di bagian berikut…

Kamera ponsel pribadi sekarang dapat mengambil gambar 48 MP [1]dengan dimensi 8486 x 5656 pixel per gambarnya [2] , jika asumsi rasio aspek yang digunakan adalah 3:2 yang biasa dipakai pada foto standar.

Hanya dengan satu gambar itu, jika disimpan dalam format JPEG (*.jpg) dengan kualitas 100% akan memakan 9,8 MB (megabyte)[3]

Bayangkan kalau satu gambar menjadi satu frame, dengan 30 FPS (frame-per-second) yang biasa dipakai untuk merekam video pada umumnya, maka:

9,8 MB * 30 = 294 MB

Itu cuman satu detik loh ya.

Satu menit menjadi:
294 MB * 60 = 17640 MB
17640 MB = 17,64 GB

DVD single-layer standar hanya dapat memuat kurang lebih 4,7 GB. Maka untuk menyimpan satu gambar itu saja, 4 DVD harus menjadi "korban" (karena data tidak boleh melebihi kapasitas).

Ingat, kita baru bicara satu menit dan asumsi setiap frame-nya di-render menjadi *.jpg sampai di sini.

Satu jam akan menjadi:

17,64 GB * 60 = 1.058,4 GB
1.058,4 GB = 1,06 TB

Hard disk eksternal jaman now sudah kemakan setengahnya.

Masih mau lanjut? Boleh, masih banyak waktu kita untuk membahas ini.

Untuk menyimpan footage CCTV selama satu hari penuh (24 jam), dengan resolusi yang sama dan FPS yang sama, maka data yang akan dihasilkan adalah:

1,06 TB * 24 = 25,44 TB

Bayangkan mau dikemanakan data segede gajah begituan mau disimpan.

Tapi tunggu dulu! Itu hanya sebatas teori jika asumsinya data transfer tidak terbatas, dalam arti "tidak ada batas maksimum untuk transfer data dari data generator (dalam kasus ini sensor CMOS untuk menangkap gambar) ke data storage (atau internal, hard disk, apapun itu) tanpa terjadi error pada prosesnya".

Anggap sekarang pasang CCTV sebanyak empat buah, pada jaringan Gigabit Ethernet (125 MBps) ekslusif (hanya dipakai untuk komunikasi kamera ke monitor). Jika transfer adalah ideal (tidak ada error pada transfer data) dan bandwidth-nya dibagi sama rata untuk setiap kamera, maka satu kamera hanya boleh men-transfer data per detiknya sebesar:

125 MBps / 4 = 31,25 MBps

Kalau kita lihat kembali di atas, data video 48 MP pada 30 FPS selama satu detik adalah 294 MB

Hanya bicara dengan angka, jelas-jelas tidak mungkin untuk mendapatkan video 48 MP untuk direkam dengan sempurna.

Pada kenyataannya, video terbesar dengan detail yang terbaik (karena resolusi yang sangat besar) yang dapat di-stream di Youtube adalah resolusi 4K TV (3840 x 2160 piksel / 8,3 MP) yang hanya sekitar 17,29% resolusinya dari 48 MP. Jika asumsi tingkat FPS yang dicari adalah 29,97 FPS (TV/NTSC), maka satu frame akan memakan 24,9 MB. Satu detik akan menjadi 373 MB/s (interlaced) atau 746 MB/s (progressive). Kalau mau yang lebih panjangnya, satu menit akan menghabiskan 44,7 GB dan satu jam akan memakan 2,68 TB.[4]

Jika kamera untuk merekam video 4K selama satu hari nonstop (24 jam), maka video satu hari akan memakan 64,32 TB. Satu bulan (30 hari) jadi 1929,6 TB, dan satu tahun (365 hari) akan menjadi…

*drum rolls*

23.476,8 TB = 23,47 PB (Petabyte, 1 PB = 1000 TB)

Sekian dan terima kasih~~



Comments


EmoticonEmoticon