10 Bahaya Internet Bagi Anak - Om Heker

Monday, August 12, 2019

10 Bahaya Internet Bagi Anak

Baca Juga



Bagi anak-anak, internet bagaikan sebilah pisau. Di satu sisi bisa memberikan pengetahuan dan metode untuk pembelajaran. Tapi, di sisi lain juga dapat menjerumuskan pad ahal-hal yang tidak diinginkan. Apa saja dampak negatif internet yang ditimbulkan bagi anak usia sekolah.

1. Pornografi

Konten pornografi di dunia maya dapat diakses siapapun, meskipun Kementerian Komunikasi dan Informasi sudah berusaha untuk menutup situs-situs yang berpotensi menampilkan pornografi. Hanya saja, tetap saja memberantas situs-situs tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Efek yang ditimbulkan tentu sangat berbahaya karena dapat mmerugikan diri sendiri dan orang lain. Bahkan, efeknya sama buruknya dengan membunuh orang. Akan sangat berbahaya jika tidak segera ditanggulangi oleh semua pihak, terkhusus orangtua si anak.

2. Kekerasan

Kekerasan juga merupakan salah satu ancaman yang mengintai anak. Selain pornografi, kekerasaan dapat memberikan dampak buruk. Unsur kekerasan dapat menginspirasi penerus bangsa untuk melakukan hal yang sama. Belum lagi konten kekerasan dapat mencuci otak anak kalau saja setiap masalah harus diselesaikan dengan kekerasan. Hal ini mesti segera ditanggulangi pula.


3. Malas Belajar

Begitu banyak konten hiburan dan permainan yang disajikan di internet tentunya dapat membuat anak menjadi terlena. Jika anak-anak terus menerus menghabiskan waktu hanya untuk konten hiburan dan bermain game tanpa ada nilai edukasi, dia akan menjadi orang malas. Tentu saja, hal ini berdampak buruk terhadap proses belajarnya di sekolah. Maka dari itu, orang tua harus pandai mengatur anaknya agar tidak sampai terlalu lama bemain-main di internet.

4. Kecanduan

Seperti pada poin sebelumnya, di internet banyak hal-hal yang membuat orang betah berlama-lama. Di zaman sekarang, anak-anak ramai-ramai memainkan game secara daring (online). Hal tersebut tentunya dapat menjadi kecanduan bagi anak-anak. Hal ini sangat memprihatinkan karena anak-anak adalah generasi penerus yang menjadi tegak atau tidaknya suatu bangsa.

5. Sulit Bersosialisasi

Aplikasi media sosial semacam, Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram, dan lain-lain mengubah budaya sosialisasi di dunia nyata ke dunia maya (internet). Dengan adanya media sosial tersebut, memang memberikan kemudahan bagi siapapun, termasuk anak-anak untuk berkomunikasi dengan orang lain bahkan dari jarak jauh sekalipun. Hanya saja, dampak negatif media sosial tentu saja ada, yaitu kesulitan bercakap di kehidupan nyata ketimbang di dunia maya.

6. Plagiat

Sikap plagiat dapat muncul jika anak dapat menguasai internet. Mengapa bisa seperti itu? Ketika anak diberi tugas guru untuk membuat suatu karya. Si anak hanya tinggal mencari karya yang berhubungan dengan tugas itu di internet, lalu hanya mengganti namanya saja, dan jadilah karya yang seolah buatannya sendiri. Tentu saja plagiat ini, anak akan cepat menyelesaikan tugasnya, namun kalau dia ditanya malah tidak bisa menjawab apa yang sudah dikerjakan.

7. Provokasi

Di internet tidak jarang terdapat berita-berita atau konten yang mengandung provokasi. Konten-konten seperti itu, tentu saja bertujuan untuk memancing amarah dan kebencian agar mengacaukan ketenangan orang-orang. Oleh sebab itu, anak-anak bisa menjadi sasaran cuci otak. Sehingga perlu berhati-hati

8. Perundungan

Kasus Perundungan (bullying) tidak hanya dilakukan secara fisik, bahkan di dunia maya, kasus ini bisa terjadi. Perundungan bisa terjadi di dunia maya karena nama akun yang digunakan bukan nama asli. Belum lagi tingkat emosi anak-anak masih labil dapat memberi intimidasi tanpa berpikir lebih jauh. Perundungan berbagaua karena dapat mencederai mental seseorang.

9. Penculikan

Orang tua harus waspada karena kasus penculikan anak-anak. Penculikan anak yang terjadi mengincar mereka dari foto anak yang selalu diunggah oleh orang tua, maupun si anak sendiri di media sosial. Oleh karenanya, orang tua harus selalu bijak dalam mengunggah foto anak-anak mereka.

10. Membolos

Anak-anak yang sudah kecanduan internet umumnya sering memilih bolos dari sekolah. Sudah banyak berita penangkapan anak-anak yang bolos dan masih menggunakan seragam sekolah yang lebih senang nongkrong di tempat warnet atau game online. Hal tersebut bisa mengancam masa depan mereka.

Itulah dampak negatif internet bagi anak-anak usia sekolah. Meskipun ada dampak negatif cukup banyak, namun tidak bisa dipungkiri kalau peran internet terhadap prestasi belajar siswa juga ada manfaatnya. Itu tergantung dari sudut pandang bagi pemakainya. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, tetaplah jaga anak-anak Anda dari kejahatan internet. 


Penulis : Rezky Kurniawan

Comments


EmoticonEmoticon